RSS

Pasar Modal

25 Feb

BAB 1

PASAR MODAL

PENDAHULUAN

A.Umum

Pasar modal pada hakekatnya adalah pasar yang tidak berbeda jauh dengan pasar tradisional yang selama ini kita kenal, dimana ada pedagang, pembeli dan juga tawar menawar harga. Pasar modal dapat juga diartikan sebagai sebuah wahana yang mempertemukan pihak yang membutuhkan dana dengan pihak yang menyediakan dana sesuai dengan aturan yang ditetapkan oleh lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek.

  • Undang-undang No 8 Tahun 1995 tentang pasarmodal telah menggariskan bahwa pasar modal telah mempunyai posisi yang strategis dalam pembangunan ekonomi nasional.Pertumbuhan suatu pasar modal sangat tergantung dari kinerja perusahaan efek,untuk mengkoordinasikan modal dukungan teknis dan sumber daya  manusai dalam pengembanga pasar mdal dperlukan suau kepemimpinan yang efektif. Di pasar modal terdapat berbagai macam informasi, seperti laporan keuangan, kebijakan manajemen, rumor di pasar modal, prospektus, saran dari broker, dan informasi lainnya
  • Pasar Modal yaitu sebagai suatu kegiatan yang bersangkutan dengan penawaran umum dan perdagangan efek, perusahaan publik yang berkaitan dengan efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek.”

Pengertian pasar modal menurut Fakhruddin (2001, 1):

“Pasar modal (capital market) merupakan pasar untuk berbagai instrumen keuangan jangka panjang yang bisa diperjualbelikan, baik dalam bentuk utang atau pun modal sendiri.”

B.Maksud dan Tujuan

Maksud dan Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui seberapa  pesat perkembangan dunia pasarmodal di INDONEESIA dan seberapa paham masyarakat kita tentang Pasar Modal,Karena Pasar Modal mempunyai keuntungan dan kerugian bagi kita yang masuk kedalam dunia pasar modal,di dalam makalah ini kita akan mengetahui keuntungan dan kerugian dalam dunia pasar modal.

BAB II

PEMBAHASAN

Dalam Pasar Modal terdapat 2 analisis yang masing-masing digunakan pada jamanya:

·         Analisis Teknikal Classic

·         Analisis Teknikal Classic

Dan dari kedua jenis analisis diatas dibawah ini masing-masing akan dijabarkan satu persatu:

Ø  Analisis Teknikal Classic:

Dalam analisis teknikal classic yang perlu diperhatikan dan dipelajari yaitu mengenai pola-pola grafik, dimana pergerakan harga saham diidentifikasi dengan pola-pola grafik tertentu. Pola grafik tersebut terbagi menjadi dua yaitu reversal pattern (pembalikan) dan continuation pattern (lanjutan). Adapun pola-pola yang terbentuk dalam reversal pattern (pembalikan) yaitu:

  • Head & Shoulder

Head & shoulder adalah salah satu pola reversal yang sangat popular, disamping keakuratan sinyal yang dapat diandalkan, dan juga sesuai namanya terbentuk dari pergerakan yang menyerupai sepasang bahu dan kepala yang menghadap ke atas. Yang perlu diperhatikan dalam mengindentifikasi head & shoulder yaitu terjadi dalam trend yg sedang naik/uptrend. Berikut ini gambar ilustrasinya:

  • Double Top

  • Double Top

Double top adalah salah satu pola reversal yang relative mudah dikenali karena sering terjadi dan bentuk polanya yang menyerupai huruf M. Bila terjadi pola ini maka indikasi yang diberikan adalah akan terjadi penurunan (bearish). Ketentuan-ketentuan dari double top banyak memiliki persamaan dengan head & shoulder, hal ini dikarenakan double top

Ø  Analisis Teknikal Modern

Ø  Dalam analisis teknikal modern istilah indikator sering ditemui, tetapi apakah sebenarnya yang dimaksud dengan indikator dalam analisis teknikal? Sebuah indikator adalah sekumpulan (time series) data ( data point) yang dihasilkan dari penggunaan sebuah formula terhadapdata harga suatu sekuritas. Data harga tersebut dapat berupa kombinasi dari harga pembukaan (open), tertinggi (high), terendah (low), atau penutupan (close) dalam sebuah rentang periode. Beberapa indicator mungkin hanya menggunakan data harga penutupan saja, sedangkan yang lain juga menggunakan volume atau harga pembukaan dalam formulanya. Sebuah indicator menawarkan sebuah perspektif yang berbeda-beda dari cara menganalisis sebuah pergerakan harga saham. Dari yang sederhana seperti moving average yang menawarkan interprestasi yang relative mudah dipahami dari formula yang juga sederhana samapai seperti stochastic yang dihasilkan dari formula yang lebih rumit dan memerlukan pemahaman yang lebuh dalam menginterprestasikan informasi yang dihasilkan. Berdasarkan kompleksitas dari formula yang digunakan, indicator dapat menyajikan perspektif yang unik dalam menilai aksi pergerakan harga. Secara umum indicator memiliki tiga fungsi utama,yaitu untuk memberikan peringatan (alert), konfirmasi (confirm), dan prediksi (predict). Fungsi peringatan misalnya dapat digunakan untuk mengawasi akan terjadinya penembusan pada garis support/resisten. Indikator kerap digunakan sebagai alat bantu konfirmasi perangkat analisis tekinikal lainnya, misalnya ditemukan adanya suatu penembusan maka dapat dikonfirmasikan dengan menggunakan perpotongan (crossover) antara dua garis moving average. Kerap sinyal yang diberikan oleh indicator sanga jelas, namun perlu waspada. Misalnya menemui sebuah grafik dimana indicator yang digunakan sekilas memberikan sinyal beli, tetapi tampilan dari aksi pergerakan harga itu sendiri membentuk sebuah pola descending triangle dengan rangkaian harga yang terus menurun, namun bisa jadi sinyal yang diberikan oleh indicator yang digunakan salah. Sebagaimana biasanya dalam analisis teknikal, keterampilan membaca indicator lebih cenderung sebagai seni (art) dibandingkan sebagai sesuatu yang ilmiah (science). Suatu indicator yang sangat baik ketika digunakan untuk menganalisis grafik saham ASII bisa jadi tidak applicable untuk grafik saham GGRM. Oleh karena itu keahlian dalam membaca sinyal yang diberikan oleh indicator perlu dibangun dalam suatu proses pembelajaran dan analisis yang ekstensif.

Jenis-jenis Risiko dalam Investasi Saham di Pasar Modal

Risiko yang dapat menyebabkan penyimpangan tingkat pengembalian investasidapat dikelompokan menjadi 2 jenis, yaitu:

  1. Systematic risk

Systematic risk disebut juga risiko pasar karena berkaitan dengan perubahaan yang terjadi di pasar secara keseluruhan, risiko ini terjadi karena kejadian diluar kegiatan perusahaan, seperti :

    • Risiko inflasi

Inflasi akan mengurangi daya beli uang sehingga tingkat pengembalian setelah disesuaikan dengan inflasi dapat menurunkan hasil dari investasi tersebut.

    • Risiko nilai tukar mata uang (kurs)

Perubahan nilai investasi yang disebabkan oleh nilai tukar mata uang asing menjadi risiko dalam investasi.

    • Risiko tingkat suku bunga

Jika suku bunga naik maka return investasi yang terkait dengan suku bunga, misalnya suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) akan naik ini dapat menarik minat investor saham untuk memindahkan dana ke Sertifikat Bank Indonesia, sehingga banyak yang akan menjual saham dan harga saham akan turun oleh karena itu perubahan suku bunga akan mempengaruhi variabelitas return suatu investasi.

Systematic risk disebut juga undiversible risk karena risiko ini tidak dapat dihilangkan atau diperkecil melalui pembentukan portofolio.

Berikut Ini adalah Istilah-Istilah dalam Pasar Modal:

1.      Exspansi          : Adalah perluasan usaha

2.      Listing             : Perusahaan mendaftarkan Sahamnya.

3.      Akuisisi           : pembelian saham/pengakuan kepamilikan

4.      IPO                 : (Initial Public Overing) Penawaran umum perdana

5.      Lelang Continue: selama jam burasa tetap buka terus terjadi Tawar menawar saham

6.      JATS               : Jakarta Automatic Strading Sistem

7.      Posted             : Penjualan masih dalam Antrian

8.      Done               : Transaksi pembelian yang berhasil

9.      Partdone          : Sisa penjualan atau sisa pembelian

Waktu atau mekanisme pedagangan dibursa Pasar Modal:

Ø  Senin s/d kamis jam 09.30-12.00 untuk sesi I,dan 13.00-16.00 untuk sesi II

Ø  Jum’at jam 09.30-11.30 untuk sesi I dan 14.00-16.00 untuk sesi II

Fraksi harga dalam Pasar Modal:

Ø  Untuk harga dengan rentang harga Rp 1,-sampai degan  Rp 200 ditetapkan fraksi/point sebesar Rp1,-

Ø  Untuk Rp 200-Rp 500 Sebesar Rp 5,-

Ø  Untuk Rp 500-Rp 2000 sebesar Rp 10,-

Ø  Untuk Rp 2000-Rp5000 sebesar Rp 25,-

Ø  Untuk Rp 5000 > sebesar Rp 50,-

BAB III

KESIMPULAN

Berdasarkan pengamatan yang saya amati diketahui bahwa potensi perkembangan pasar modal diindonesia sangat pesat dikarenakan banyak investasi asing yang ingin menanamkan modalnya diperusahaan dalam negeri,Cuma masih disayangkan masih banyak masyarakta kita yang masih kurang paham mengenai Pasar Modal.

Mohon maaf hanya ini yang bisa saya sampaikan dalam makalah ini karena pengetahuan saya tentang pasar modal masih terlalu sedikit,

Terimakasih atas kesempatan yang sudah diberikan,kurang lebihnya mohon maaf sekian…

DAFTAR PUSTAKA:

E.A.Koetin,Pasar Modal Indonesia (Restrospeksi Lima Tahun Swastanisasi BEJ),pustaka Sinar Harapan Kerjasama dengan PT.Bursa Efek Jakarta,Jakarta1997

http://coki002.wordpress.com/

 
Leave a comment

Posted by on February 25, 2010 in TUGAS

 

Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: